Makna Sabtu Vigili: Sambut Kebangkitan Kristus Lewat Pengawalan Malam
SANDIMA; - Sabtu Vigili merupakan momen yang amat kudus serta berarti bagi jemaat Katolik. Menurut penanggalan gerejawi, pada tanggal 19 April ini, Sabtu Vigili menjadi titik pengakhiran untuk Triduum Paskah—periode tiga hari penting yang mengabadikan penderitaan, kematiannya, dan juga bangkitnya Yesus Kristus. Secara teoritis, meski masih dianggap sebagai bagian dari Hari Sabtu Suci, Sabtu Vigili telah masuk dalam ibadah Paska secara liturgis karena diselenggarakan selepas senja.
Kata "Vigili" datang dari kata Latin vigilia, yang artinya mengawasi atau menjaga semalam. Sabtu Vigili merujuk pada waktu di mana umat Kristen memelihara keyakinan mereka dalam menyambut kemenangan Yesus atas kematian. Kondisi hari itu berkembang dari ketenangan dan kesedihan menuju kegembiraan dan pengharapan. Oleh karena itu, Sabtu Vigili tidak sekadar misa malam, melainkan inti dari seluruh festival Paskah.
Menurut Katekismus Gereja Katolik (KGK 1169), Paskah tidak sekadar salah satu dari berbagai perayaan liturgi, tetapi disebut sebagai "puncak semua pesta". Oleh karena itu, Vigili Paskah—which falls on Saturday night before Easter Sunday—is the most grand liturgical celebration in the Church calendar.
Sabtu Vigili menyerukan agar jemaah bersatu dalam misteri kebangkitan Kristus. Menurut pengajaran gereja, Kristus, yang telah meninggal dan dikebumikan pada hari Jumat, bangkit dari alam kematian "hari ketiga," yakni dimulai pada malam Sabtu. Oleh karena itu, malam ini menjadi peralihan antara kematian dengan hidup, serta gelapnya malam menuju cahaya.
Pada malam hari ini, Gereja Katolik bukan saja mengingati suatu peristiwa bersejarah, melainkan juga menyambut hadirnya Yesus yang masih hidup di antara jemaat-Nya. Para jamaah diajak untuk mencerahkan kembali keyakinan dan pengharapannya pada janji keselamatan itu.
Sabtu Vigili tidak ditujukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari layaknya biasanya. Jemaat diminta untuk menyiapkan dirinya dengan cara yang spiritual: bisa lewat ibadah, merenungkan kata-kata Tuhan, serta khususnya dengan mengikuti upacara liturgi pada malam itu.
Heningnya hari Sabtu Suci menciptakan ruang bagi jemaah untuk merenungkan penderitaan dan kematian Kristus dengan cara yang mendalam, sebelum akhirnya mereka bergabung dalam perayaan kebangkitannya di tengah upacara Vigili malam itu.
Komentar
Posting Komentar